Gunung Agung Dikabarkan Meletus

Denpasar – Gunung Agung siaga (level 3), asap kawah bertekanan sedang masih teramati bewarna kelabu. Intensitas asap sangat tebal dengan ketinggian 2.500 meter dari permukaan kawah. Banyak masyarakat yang justru berbondong-bondong ke pos pantau untuk melihat atau memfoto erupsi. Warga mendapat anjuran menggunakan masker, agar supaya kesehatan tetap terjaga. Minggu (26/11/2017) pukul 12.00 WITa suara gemuruh terdengar dari arah gunung setinggi 3.142 mdpl itu. Hingga kini belum diketahui apakah suara ini berasal dari aktivitas erupsi atau petir.

Kasdim 0817 Gresik Ceramah Kebangsaan di Pon-Pes Darut Taqwa dan Pon-Pes Ihyaul Ulum


Gresik, (indoportalnews.com) Banyaknya faham yang menggunakan atas namakan Islam, dan ujung ujung nya adalah membuat aliran yang bertentangan dengan ediologi bernegara,  Sekolah Tinggi Darut Taqwa menggelar sarasehan tentang gerakan dengan radikalisasi, sejumlah Nara sumber di antaranya ada Pimred Jawa Post, Kepala Kesbangpol Kab Gresik, Kodim Gresik yang berlangsung di aula ponpes Darut Taqwa , Desa Suci , Kecamatan Manyar, Rabu pagi.
Kasdim Gresik Mayor Sampak dalam paparannya lebih menitik beratkan pada ummat Islam silahkan menjalankan ajaran Islam dengan sebenarnya, sementara soal bernegara, para Proklamator kita sudah membuat kesepakatan bahwa dasar negara adalah Pancasila.

” Para perumus dasar negara Republik Indonesia yang baru merdeka itu mayoritas Islam baik dari NU dan Muhammadiyah, dan mereka sudah sepakat dengan dasar Pancasila, dan membuang kata dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya, kalau saat ini tiba tiba ada yang mencoba untuk mengubah, berarti musuh negara dan musuh kita bersama,” jelas perwira yang pernah kuliah di IAIN Surabaya.

Kepala Kesbang Kabupaten Gresik Khoirul Huda yang juga memberikan paparan juga mengatakan bahwa HTI yang mencoba untuk menanamkan negara khilafah di Indonesia ini kan jelas tidak ada sejarahnya. Dan berharap agar masyarakat kalau menjumpai orang yang menyebarkan faham negara khilafah segera dilaporkan pada aparat setempat.

Di Ponpes Ihyaul Ulum Desa Dukun Anyar Kecamatan Dukun juga berlangsung ceramah kebangsaan bagi siswa SMA Ihyaul Ulum , dan pematerinya juga dari Polri dan TNI.

 Babinsa setempat  Serma Yuni Kurniawan yang memberikan ceramah mengingatkan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan Lil Al-Amin, dan jauh dari kekerasan.

Sementara, Kasdim yang tampil di akhir acara banyak menjelaskan asal usul masuknya berbagai agama di bumi Indonesia,” Kalau ada yang memaksakan faham khilafah di bumi Indonesia, itu tidak pernah belajar sejarah,” jelas Mayor Sampak di depan siswa siswi SMA yang juga santri ponpes.

Telat Satu Hari Bayar Cicilan Kredit Motor, Pelajar Tewas Usai Dipukul dan Ditendang Debt Collector

Mojokerto (indoportalnews.com) – Edwin Sahroni (17th) Seoarang Pelajar SMKN 2 Mojokerto meninggal dunia setelah dianiaya beberapa Debt Collector gara-gara telat bayar kredit motor. Peristiwa memilukan ini datang dari salah satu daerah Mojokerto.

Edwin menjadi korban pemukulan sadis dari beberapa oknum Debt Collector motor hingga tewas dilokasi kejadian. Pemukulan ini terjadi lantaran Edwin telat satu hari dalam pelunasan kredit setiap bulannya.

Mulyadi dan Feri, dua Oknum Debt Collector yang berhasil diamankan oleh pihak Kepolisian Mojokerto.

Sementara itu, Menurut AKBP Puji Hendro pekulan sadis itu dilakukan oleh para Debt Collector saat Edwin sedang melintasi jalan sepi yang menuju jalan kerumah kediamanya.

“Memang benar pemukulan terhadap korban dikarenakan korban lupa membayar kredit motor satu hari,” tutur AKBP Puji Hendro

Puji Hendro menambahkan, dari olah tempat kejadian perkara setidaknya ada empat nama yang sudah dikantongi oleh pihaknya. Kendati demikian, anggotanya tengah melakukan pengejaran pelaku yang masih menjadi buron.

“Menurut olah TKP, Kami akan melakukan pengejaran 4 pelaku pemukulan yang masih buron, tetapi identitasnya sudah kami kantongi,” Lanjut AKBP Puji

“Para oknum Debt Collector menarik motor korban dari arah belakang,  setelah korban terpental jatuh, korban langsung dipukul dan ditendang hingga tulang bagian dadanya retak dan tidak bisa bernafas,” masih kata AKBP Puji

Lebih jelas AKBP Puji Hendro menegaskan,”ada baiknya Debt Collector kredit motor harus memiliki aturan, beberapa diantaranya adalah aturan fidusia. Bisa juga melapor kepihak Kepolisian, menurutnya Debt Colector tidak boleh melakukan kekerasan.”Pungkasnya

Sepeninggalan Edwin, menyisakan tekanan trauma berat dikepala kedua orang tuanya. Karena kehilangan bocah yang sangat dikasihinya. Edwin merupkan bocah yang belum pantas menerima pukulan dari para Debt Collector itu. Seharusnya mereka tidak menggunakan kekerasan terhadap konsumen yang menunggak cicilan kredit motornya hanya satu hari. (Dik)

Dua Penjudi Togel, Diringkus Polisi


Gresik, (indoportalnews.com) – Sumartono (48th) laki-laki asal Jl. Demak timur V/ 15, Rt.05. Rw. 06, Kel. Gundih, Kec. Bubutan, Kodya Surabaya jelang ramadhan harus berhadapan dengan Polisi karena tertangkap melawan hukum dengan melakukan tindak pidana perjudian. Senin (22/05/2017)

Sumartono ditangkap, sekitar pukul 16:00 Wib sabtu kemaren (20/05) oleh Polisi Sektor Kebomas, lantaran ketahuan sebagai pengepul judi, jenis togel. Tempat kejadian perkara (TKP) jl. Yos sudarso depan pintu gerbang pelabuhan Gresik, Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik.
Sebelum melakukan penangkapan terhadap Sumartono, Polisi lebih dulu mengamankan Winarso, setelah kasus dikembangkan polisi akhirnya berhasil menjerat Sumartono tersangka tiga nol tiga (303) sebagai pengepul judi togel.

Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti diamankan dibawa ke Posek Kebomas Gresik. Dari kedua tersangka, Polisi berhasil menyita dua unit Hp merk Cross dan uang tunai sebesar Rp.50.000 (lima puluh ribu rupiah).

Sidang Vonis Oknum Guru Cabul Ditunda

Agendan pembacaan vonis kasus asusila dengan terdakwa Samsul Huda (44) Kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Tajul Huda Desa Sembung Kecamatan Wringinanom, selasa (02/05/2017) kemaren, Batal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Penundaan sidang tersebut, lantaran putusan dari Masjis Hakim dikabarkan belum siap. Sekedar diketahui, kasus asusila yang menimpa MPA (11) siswi yang masih duduk dibangku kelas 5 saat itu, terjadi pada pertengahan minggu, 11 Agustus 2013 sampai dengan pada 16 Juni 2014. Namun hingga kini, oknum guru yang menjadi terdakwa tersebut, masih berlanjut.

Selama kurun waktu itu, Terdakwa berulang kali melakukan perbuatan bejat itu. Dalam menjalankan aksinya, modus Terdakwa menyuruh Korban (MP), dan Saksi (DA) untuk datang kerumahnya. Setiba dirumah terdakwa, saksi (DA) disuruh belanja sayuran dan bumbu masakan.

Sementara Korban (MP), disuruh untuk tetap tinggal dirumah terdakwa. Kemudian setelah saksi (DA) dipastikan pergi, terdakwa menutup pintu rumah. Lalu menarik tangan korban hingga ke ruang tamu tengah. Pada saat itu Korban, berusaha berontak, namun karena korban merasa ketakutan, korban langsung digendong dan menidurkan korban dilantai karpet. Setelah itu korban diminta untuk tidak bicara sama orang lain dengan dikasih uang 10.000 rupiah, selain itu Korban di iming-imingi akan diberi kunci jawaban soal ujian Bahasa Arab. Hingga perbuatan itu dilakukan sebanyak 20 kali.

Sebelumnya, Samsul Huda dijerat pidana pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ia dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Angga Saputra dengan ancaman pidana penjara selama empat belas tahun penjara.

(Alsho)

Kakek Cabuli Anak Di Bawah Umur

Usai mendengarkan keterangan, dalam agenda sidang menghadirkan saksi dari pihak korban RL (6 th saat itu-red), Suwarlin alias Mbah Lin (71 th), Terdakwa Pencabulan anak di bawah umur, Warga Desa Cangkir Rt. 19 Rw. 06 Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik, terlihat pucat. Kamis (4/5/2017) Pukul 16.00 Wib.

Kakek yang sudah terbilang memasuki usia senja ini harus menduduki kursi pesakitan pada sidang yang digelar Pengadilan Negeri Gresik. Didampingi kuasa hukum, Mbah Lin memasuki ruangan sidang. Beserta perangkat sidang seperti Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hakim ketua dan Hakim anggota. Sidang berjalan tertutup.

Kekek dikenakan pasal 82 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Terdakwa Sabu-Sabu, Samsul Divonis 4 Tahun Lebih

Gresik, (indoportalnews.com) Sidang pembacaan putusan perkara  tindak pidana penyalah gunaan narkotika dengan terdakwa Samsul (39th) Warga Desa Balongpanggang Rt.003 Rw.002 Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Terdakwa Sabu-Sabu seberat 0,5 gram di Vonis 4 tahun penjara. Kamis (4/5/2017)

Vonis Majelis Hakim yang dipimpin Putu Mahendera dan didampingi Arias Dedy sebelumnya sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Gresik sempat tertunda sampai tiga kali, lantaran putusan dari Majelis Hakim belum siap.

Samsul, ditangkap pada Selasa tanggal 08 Nopember 2016 sekitar pukul 16.30 Wib 2016 di rumahnya. Setelah Polisi mendapat informasi dari warga sekitar. Ia terbukti sah melawan pasal 112 ayat 1 nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Gresik ia divonis 4 tahun penjara dan enam bulan, denda 800 juta subsidair 6 bulan.

“Mengadili, terbukti secara sah dan menyakinkan, terdakwa melakukan tindak pidana penyalah gunaan Narkotika, divonis 4 tahun penjara dan enam bulan, denda 800 juta subsidair 6 bulan, ” vonis Majelis Hakim.

Pada sidang sebelumnya, Terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pujo S Wardoyo dengan ancaman 6 tahun enam bulan, denda 800 juta subsidair enam bulan.

Bahwa setelah dilakukan penyisihan dan dilakukan pemeriksaan sebagaimana berita acara pemeriksaan Laboratorik Kriminalistik Nomor LAB 10718 /NNF/2016 tanggal 29 Nopember 2016 yang dikeluarkan oleh Laboratium Forensik Polri Cabang Surabaya, didapatkan kesimpulan bahwa barang bukti dengan nomor: 13808/2016/NNF s/d 13811/2016/NNF seperti tersebut pada (1) adalah benar Kristal Metamfetamina terdaftar dalam golongan 1 (satu) nomor urut 61 Lampiran 1 Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(Alsho)